Sejarah Kehidupan Seorang Anak Seorang Petani Desa Patalan, Blora, Jawa Tengah
Bapak
Sujak lahir di Blora, 14 Agustus 1966. Beliau lahir dari seorang petani yang
bernama Bapak Suwondo dan Ibu Suwarni. Beliau menempuh pendidikan SD, SMP, SMA
dan perguruan tinggi dengan susah payah. Berikut ini kehidupan sosial ekonomi
dan pendidikan Bapak Sujak mulai SD sampai membina sebuah keluaraga
1.
Lulus SD tahun 1980
(lihat lampiran 1)
Sebelum
lulus SD beliau pernah drop out selama 3 tahun waktu duduk dibangku kelas
5 SD. Hal ini bukan keinginan sendiri melainkan
keinginan orang tua karena takut adik beliau tidak naik kelas akibat perbuatan
nakal beliau.selain keingin ortangtua faktor utama yaitu karena beliau dipukul
oleh gurunya. Selama putus Selama putus
sekolah beliau membantu orangtua untuk mengembala sapi dan mencari rumput di
hutan yang jaraknya sangat jauh dari rumah, hujan, petir, panas, dingin, tidak
menjadi halangan beliau mencari rumput untuk sapinya. Apabila tidak menadapatkan
rumput beliau tidak diizinkan makan. Selang waktu putus sekolah, sebelum beliau
mencari rumput beliau duduk diatas batas tanah sembari melihat anak seumuran
beliau yang berangkat sekolah mulai pukul setengah 6 sampai setengah 7 dan dalam hatinya berkata “andai kata saya bisa bersekolah seperti itu”.
Kemudian, selama 5 tahun muncul keinginan beliau untuk sekolah kembali karena
keinginan sendiri akan pentingnya melanjutakan pendidikan sampai tinggi selain
itu karrerna mendapat cemoohan dari saudara sepupunya yang bernama Sunardi.” Jare cita-cita.e lulus SMP ,SD kok gak lulus?”ujar
sunardi ke beliau. Cemoohan dan kesadaran diri itu membuat beliau bangkit
kembali untuk melanjutkan sekolah. Kemudian beliau mendaftarkan diri ke SDN
Karangan Legi, Blora, Jawa Tengah langsung naik kelas 5. Waktu duduk dibangku kelas
5-6 SD, beliau berjualan es lilin keliling di kota blora yang jaraknya sangat
jauh dengan rumah.hal ini dilakukan waktu sore dan malam, kalau siang membantu
orang tua seperti biasa
2.
Melanjutkan
sekolah MTs Ma’arif Blora, Jawa Tengah
Jarak
sekolah beliau dengan rumah sangat jauh ± 6 km, itu ditempuh beliau dengan
bersepeda, tetapi hal ini tidak berlangsung lama pada saat beliau kelas 2 sepeda
beliau hilang dan resikonnya kalau tidak mendapat boncengan ke sekolah, beliau
berjalan kaki sdan berlangsung selama 3 bulan, kemudian beliau dipinjami sepeda
temannya sampai kelas 3. Waktu sore hari beliau menjadi pedagang musiman
seperti menjual beras diwaktu musim padi,menjual jagung diwaktu musim jagung
dan sterusnya. Hal ini dilakukan beliau untuk mencukupi kebutuhan sekolah
dan jajan
, .Berkat keuletan berdagang bisa membeli sepeda dengan jerih payahnya
sendiri. Waktu liburan semester I kelas 2, beliau pernah menjadi Kuli Proyek
Selama 5 hari dan tidak diberi upah akibat tidak izin dengan Orang Tua. Pada
tahun 1983 beliau lulus MTs, dengan ijasah MTsN Jepon karena waktu ujian
bergabung ke MTsN Jepon, Blora Jawa Tengah.
Setelah
lulus SMP beliau melanjutkan ke sekolah PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) di
Lasem, Rembang, Jawa Tengah selama 1 tahun. Pada saat naik ke kelas 2 beliau
mengalamikegagalan. Hal ini membuat malu beliau ke adik-adiknya.kemudian
beliau berinisiatif untuk pergi keluar kota mencari sekolah yang langsung kelas 2 SMA dan
SMAI Bangil Pasuruan , Jawa Timur yang menerima beliau langsung duduk di kelas
2 SMA
3.
Melanjutkan
sekolah SMA kelas 2 yang jauh dengan
keluarga
Disaat
beliau sekolah di SMAI Bangil Pasuruan jurusan Ipa, beliau di Bangil tidak
mempunyai sanak keluarga. Selama disana beliau tinggal di Musollah Kauman
Bangil yang sampai sekarang masih ada.Kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan
cara bekerja membantu orang jualan es di pondok Salavia, kauman, Bangil yang
bernaama Bapak Ambari dan Ibu Khusna yang merupakan orang Madura di Singopolo,kauman,
Bangil. Pada tahun 1986 beliau lulus SMA dengan ijazah SMAN 1 Bangil, Pasuruan,
Jawa Timur karena SMAI Bangil bergabung SMAN 1 Bangil
Setelah
Lulus SMA beliau merencanakan untukpulang
tetapi tidak boleh Orangtua dan akhirnya ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi
Negeri tetapi gagal dan akhirnya melanjutkan ke Perguruan Tinggi swasta yaitu
STKIP PGRI Pasuruan, Jawa Timur jurusan PMP-KN (Pendidikan Moral Pancasila dan
Kewarganegaraan).
4.
Melanjutkan
sekolah ke Perguruan Tinggi Swasta Pasuruan
Jarak
antara Bangil dengan STKIP PGRI Pasurauan ± 15 km dan membutuhkan biaya
transportasi. Selama kuliah biaya kuliah ditanggung Orangtua sedangkan biaya
yang lain seperti transportasi, makan, buku itu biaya sendiri, untuk memenuhi
kebutuhan tersebut beliau melakukan usaha jualan kacang, krupuk dll ke
warung-warung dan berlangsung selama 4 bulan berjalan lancar. Kemudian pada
semester 3 beliau mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan beliau
memutuskan untuk membeli becak dengan uang kuliah sebesar Rp.50.000 untuk
memenuhi kebutuhan hidup. Setiap pagi mulai jam setengah 5 pagi sampai jam 7
pagi beliau mengayun becaknya dan mendapatkan uang sekitar Rp.1000-1500.
Setelah jam 7 beliau membantu orang
madura jualan es di pondok salavia, bangil dengan upah makan ,pekerjaan
tersebut dilakukan beliau sampai lulus kuliah tahun 1991 dg ijazah STKIP PGRI
Pasuruan jurusan PMP-KN.
Setelah
lulus kuliah beliau berencana pulang ke blora tetapi dilarang orangtua karena
khawatir beliau menjadi pengangguran, “boleh pulang ke blora asal sudah dapat
pekerjaan menjadi guru di blora” ujar orangtua beliau.Karena kesempatan pulang
ke blora hanya beberapa hari, mencari pekerjaan di blora tidak mendapatkan
hasil dan kemudian kembali ke Bangil.
5.
Bekerja menjadi
seorang guru dan membina sebuah keluaraga di Bangil
Di
bangil beliau suadah mendapatkan pekerjaan sebgai guru ngaji di Madrasah
Al-Kaustar Bangil dan menjadi guru tidak tetap di sekolah swasta yaitu SMP PGRI,
Beji. Beliau mengajar sejarah dan Pkn. Di Bangil beliau tidak mempunyai rumah
yang tetap dan akhirnya memutuskan untuk berumah tangga di Bangil dengan
mempersunting gadis cantik dari desa Kalirejo,Bangil yang bernama Isnani dengan modal orangtua.
Dalam pernikahan selama 1 tahun untuk biaya hidup dengan berjualan dan
pekerjaan lama beliau yaitu mengayun becak ditinggalkan, pada tahun 1992 becaknya dijual seharga Rp 70.000 untuk modal pertama jualan bensin, rokok,
sabun, pepsodent dsb. Dalam waktu pernikahan 2 tahun beliau bisa membangun
rumah sendiri dengan tanah pemberian mertua beliau. Beliau menjadi guru mulai
tahun 1990-1998 di SMP PGRI Beji dengan honor Rp 2000 × 12 jam. Pada tahun
1996-2000 beliau menjadi GTT (Guru Tidak Tetap) di SMPN 2 Bangil. Beliau
mengajar sejarah dengan honor Rp 25.000 per bulan dan pada saat honor beliau
tidak cukup untuk memenuhi kebutuahn keluaraga, beliau hampir keluara dari
praofesi guru dan menjadi buruh parik. Hal ini tidak terjadi karena ada teman
mengajar beliau yang mengingatkan beliau “be.e
ta onok wolak-walek jaman GTT isok diangkat dadi PNS” ujar teman beliau .
ternyata ucapan itu menjadi kenyataan terbukti adanya PP 48 tahun 2005tentang pengangkatan tenaga honorer
menjadi CPNS . Pada saat beliau bekerja di SMPN 2 Bangil tahun 2000-2005
mendapat honor Rp 100.000, tahun 2005-2006 mendapat honor Rp 300.000, tahun
2005-2007 status bekerja beliau menjadi pegawai honorer daerah, tahun 2006-2007
mendapat honor Rp 600.000, tahun 2007-2008 mendaat honor Rp 750.000, tahun 2006
beliau ujian CPNS, pada tahun 2007 beliau diangkat sebagai CPNS dan merima gaji
pertama CPNS tahun2008 dengan gaji Rp
1.400.000 per bulan , tahun 2009 diangkat menjadi PNS golongann 3A dengan gaji
Rp 2.400.000, tahun 2009 status PNS
masih golongan 3A mendapat gaji Rp 2.400.000, tahun 2010 mendapat gaji Rp
2.800.000, tahun 2011-2012 status PNS beliau naik menjadi golongan 3b dengan Rp
3.000.000 dan mendapat tambahan tunjangan sertifikasi sebesar 3.250.000. dan
dengan gaji sebesar itu sekarang beliau bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan
bisa menyekolahkahkan anak beliau sampai perguruan tinggi.
________________________________________________________________
Hasil wawancara tgl 9- 10 november 2012 jam 13.00-16.00 di Rumah Bapak Sujak Jl.Bader No.
413 Kalirejo Bangil, Pasuruan JawaTimur
Saya
: Bagaimana kehidupan
bapak mulai SD sampai sekarang
Bapak
Sujak : Saya lulus SD tahun1980 Sebelum
lulus SD beliau pernah drop out selama 3 tahun waktu duduk dibangku kelas
5 SD
Saya
: mengapa bapak berhenti
sekolah
Bapak
sujak : saya berhenti sekolah karena dipukul guru akibat membantah perintah
guru, menurut saya guru itu sangat tidak adik dengan anak laki-laki. Dan waktu
itu saat kerja bakti saya dan teman-teman laki-laki disuruh membajak sawah di
ladang sedangkan teman-teman saya yang perempuan disuruh menyanyi dan guru saya
hanya duduk dikursi sambil mendengarkan nyanyian itu. Saya dan teman-teman laki
memberontak dan suara yang paling keras sendiri sdiantara teman-teman adalah
saya, kemudian saya dipukul dengan kayu yang akan dibuat penggaris. Saya pulang
dengan menangis dan tidak adanya pihak sekolah yang meluruskannya. Akhirnya
saya dilarang orangtua saya sekolah
karena takut adik-adiknya tidak naik kelas akibtidak mendapatkan rumput saya
tat perilaku saya
Saya
: kemudian apa yang
dilakukan bapak saat putus sekolah waktu Sd kelas 5
Bapak
sujak : selama putus sekolah saya
membantu orangtua mengembala sapi dan mencari rumput di hutan dan ladang yang
jaraknya sangat jauh dengan rumah. Apabila saya tidak mendpatkan rumput saya tidak diizinkan
makan. Akhirnya saya dengan sekuat tenaga mencari rumput meskipun hujan, petir,
panas tetap saya jalani untuk mendpatkan makan di rumah
Saya
“apakah bapak pernah
meras iri dengan teman-teman bapak yang seumuran bapak bisa bersekolah sedangkan
bapak tidak bisa?”
Bapak
Sujak : “rasa iri itu pernah saya
alami. Waktu itu saya berangkat mencaari rumput dan sebulum mencari rumput saya
duduk di pembatas tanah orang sambil meliahat anak-anak yang berangkat sekolah
mulai jam 6 sampai setengah 7 pagi”
Saya
: “apakah bapak pernah
dicemo.oh teman atau saudara bapak karena bapak tidak sekolah?”
Bapak
Sujak : “pernah saya pernah dicemooh
saudara sepupu saya yang bernama sunardi dia berkata”jare cita-citae lulus
SMP.. SD kok gak lulus?” hal itu membuat saya bangkit ingin sekolah kembali”
Saya
: “bagaimana cara bapak
supaya disekolahkan kembali oleh Orangtua bapak?”
Bapak
Sujak : “saya merayu orangtua saya
khususnya ke ibu saya untuk mengizinkan sekolah kembali. Akhirnya saya sekolah
kembali duduk di kelas 5 tetapi bukan di sekolah yang pertama menlaikan di
sekolah SDN Karanglegi Blora, Jawa Tengah”
Saya
: setelah bapak
melanjutkan sekolah apa kegiatan bapak selain sekolah dan membantu orangtua
mencari rumput?
Bapak
Sujak : saat duduk kelas 5-6 SD,
saya kalau sore dan malam hari berjualan es lilin keliling ke kota Blora yang
jaraknya 6 km dari rumah saya
Saya
: setelah lulus SD tahun
1990 apa yang dilakukan bapak?
Bapak
Sujak : setelah lulus SD saya
melanjutkan sekolah di MTs Ma’arif Jepon, Blora, Jawa Tengah
Saya
: apakah masih ada
kendala di waktu SMP?
Bapak
Sujak : masih ada, saya pernah
kehilangan sepeda waktu kealas 2 SMP dan resikonya kalau tidak mendapat
boncengan kesekolah saya berjalan kaki sekitar 6 km dari rumah hal ini
berlangung selama 3 bulan dan selebihnya saya dipinjami sepeda teman saya
sampai kelas 3. Pada waktu kelas 3 saya membeli sepeda dengan kerja keras berdagang
saya.
Saya
: apakah bapak masih
menekuni kegiatan berdagang es lilin bapak waktu smp, kok bapak bisa beli
sepeda dengan hasil kerja keras berdagang?
Bapak
Sujak : tidak saya sudah tidak berjualan
es keliling lagi waktu SMP tapi saya
berjualan musiman, kalau musim padi, saya jualan beras, kalu musim jagung, saya
jualan jagung dan begitu seterusnya sampai kelas 3 saya menjali kerja tersebut
Saya
: bapak lulus Smp
tahun berapa dan setelah itu melanjutkan kemana?
Bapak
Sujak : saya lulus SMP tahun 1983
dengan ijazah MTsN Jepon, Blora, karena saya waktu ujian bergabung dengan MTsN
Jepon Blora dan ssetelah saya lulus saya melanjutkan ke PGAN (pendidikan agama
negeri ) di lasem selama 1 tahun.
Saya
: mengapa bapak hanya
satu tahun di sekolah itu ?
Bapak
sujak : karena waktu naik kelas 2
saya mengalami kegagalan dan saya sangat malu ke adika-adik saya dan saya
memutuskan untuk ke luar kota mencari sekolah yang langsung naik kelas 2.
Kemudian SMAI Bangil Pasuruan lah yang menerima saya langsung duduk di sma
kelas 2 dan masuk jurusan IPA
Saya : apakah bapak di Bangil
mempunyai sanak saudara ?
Bapak
Sujak : tidak, saya tidak mempunyai
keluarga di bangil
Saya
: terus bagaimana kelangsungan hidup bapak selama
disana?
Bapak
Sujak : saya di Bangil tinggal di Musolla
Kauman, Bangil dan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya membantu orang jaualan
es d Pondok Salavia Kauman, Bangil yang bernama Bapak Ambari yang merupakan
orang madura dan upahnya yaitu makan. Setelah lulus SMA tahun 1986 dengan
ijazah SMAN 1 Bangil, karena sekolah SMA saya begabung dengan SMA tersebut
Saya : setelah lulus SMA apa
kelanjutan bapak, apakah tidak ada niat untuk pulang ke daerah asal bapak?
Bapak
Sujak : sebenarnya saya mempunyai
niat untuk pulang ke blora tapi tidak boleh orangtua dan akhirnya saya
mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri tapi gagal , kemudian saya mendaftar
di Perguruan Tinggi swasta yait STKIP
PGRI Pasuruan jurusan PMP-KN(Pendidikan Moral Pancasila & Kewarganegaraan)
dan jaraknya ± 15 km.
Saya
: bagaimana dengan
biaya kuliah bapak dan kelangsungan hidup bapak selama kuliah?
Bapak
Sujak : biaya kuliah di tanggung
orang tua tetapi kebutuahn makan, buku dll itu saya sendiri dengan cara usaha
jualan kacang, krupuk dll di warung-warung dan alhamdulliah usaha ini berjalan
lancar selama 4 bulan
Saya
: apakah bapak
ditengah-tengah kuliah tidak mengalami kesulitan dalam hidup?
Bapak
Sujak : pernah saya mengalami kesulitan
waktu saya semester 3. Kemudian saya memutuskan untuk memakai uang kuliah
sebesar Rp. 50.000 untuk membeli becak dan setiap pagi saya mulai jam setengah
5 pagi samapai jam 7 pagi saya mengayun
becak saya dan hal ini saya lakukan sampai lulus kuliah tahun 1991
Saya
: berapa penghasilan
bapak waktu becak?
Bapak
Sujak :sekitar Rp 1000- 1500 dan
setiap ayunan seharga Rp 200
Saya :
setelah lulus kuliah apakah orangtua bapak memperbolehkan untuk pulang ke kota
asal?
Bapak
Sujak : tidak saya tidak
diperbolekan pulang asalkan saya mendapatkan pekerjaan sebagai guru di Blora.
Karena kesempatan pulang sangatlah sedikit saya di sana tidak mendapatkan
pekerjaan dan akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Bangil, karena di
Bangil saya suadah mengajar ngaji di Madrasah Al-Kaustar Kauman, Bangil serta
menjadi guru tidak tetap di SMP PGRI Beji, Pasuruan
Saya
: Bapak di SMP PGRI
mengajar apa?
Bapak
Sujak : saya di SMP PGRI BEJI
mengajar Sejarah dan PKN
Saya : apa alasan Bapak bekerja
menjadi seorang guru kenapa tidak profesi lain?
Bapak
Sujaka : pertama karena keterpaksaan
memilih perguruan tinggi guru biayanya tidak mahal, kedua karena saya memiliki
ijasah Guru dan saya harus menggunakan ijazah itu dengan sebaik-baiknya.
Kemudian ingin membalas perilaku guru yang memukul saya agar saya tidak menjadi
guru yang seperti itu
Saya
: setelah bapak
menjadi seorang guru apakah bapak sujak tidak merencanakan untuk membina sebuah
keluarga?
Bapak
Sujak ; iya, karena saya tidak
mempunyai tempat tinggal tetap di Bangil saya mempersunting gadis cantik dari
desa kalirejo yang bernama Isnani dan dalam perkawinan 1 tahun saya
meninggalkan pekerjaan lam saya sebagi tukang becak dan becaknya saya jual
seharga Rp 70.000untuk modal pertama
jualan seperti bensin, rokok, sabun, pepsodent, dll.
Saya :Bagaimana dengan profesi
bapak menjadi guru apakah ada peningkatan dari tahun ke tahun
Bapak
Sujak : Alhamdulillah ada meskipun
peningkatan itu sangat lambat
Saya Bagaiamana dengan honor atau
gaji bapak selama bekerja sebagai guru?
Bapak
Sujak : honor pertama sangat
memprihatinkan Cuma Rp 2000 × 12 jam itu di SMP PGRI Beji dan di SMP 2 Bangil
tahun 1996-2000 mendapat honor 25 ribu perbulan, tahun 2000-2005 mendapat honor
Rp. 100.000, tahun 2005-2006 mendapat honor Rp 300.000 . tahun 2005-2007 status
pegawai honorer daerah, tahun 2006-2007 mendapat honor Rp 600.000, tahun
2007-2008 mendapat honor Rp 750.000,
tahun 2006 saya ujian CPNS,tahun 2007, pada tahun 2007 saya diangkat sebagai
CPNS dan merima gaji pertama CPNS
tahun2008 dengan gaji Rp 1.400.000 per bulan , tahun 2009 diangkat
menjadi PNS golongann 3A dengan gaji Rp 2.400.000, tahun 2009 status PNS masih golongan 3A mendapat gaji Rp
2.400.000, tahun 2010 mendapat gaji Rp 2.800.000, tahun 2011-2012 status PNS
beliau naik menjadi golongan 3b dengan Rp 3.000.000 dan mendapat
tambahan tunjangan sertifikasi sebesar 3.250.000
Saya : bapak mengajar pelajaran
apa saja selam jadi guru di smp
Bapak
Sujak : saya mengajar Sejarah dan
PKN di Smp PGRI Beji dan SMPN 2 Bangil
Saya
: bagaimana pengalaman
bapak saat mengajar sejarah dan pkn?
Bapak
Sujak : sebenarnya saya lebih asik
mengajar sejarah karena yang diampuh sertifikasi Pkn maka saya perlu belajar
kembali serta perlu referensibuku Pkn yang lebih banyak agar mendapatkan sistem
pembelajaran yang baik
No comments:
Post a Comment