Pages

Thursday, January 3, 2013

KISAHKU TAK SEKALAH LASKAR PELANGI



Sejarah Kehidupan Seorang Anak Seorang Petani  Desa Patalan, Blora, Jawa Tengah

Bapak Sujak lahir di Blora, 14 Agustus 1966. Beliau lahir dari seorang petani yang bernama Bapak Suwondo dan Ibu Suwarni. Beliau menempuh pendidikan SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi dengan susah payah. Berikut ini kehidupan sosial ekonomi dan pendidikan Bapak Sujak mulai SD sampai membina sebuah keluaraga

1.      Lulus SD tahun 1980 (lihat lampiran 1)
Sebelum lulus SD beliau pernah drop out  selama 3 tahun waktu duduk dibangku kelas 5 SD. Hal ini bukan keinginan  sendiri melainkan keinginan orang tua karena takut adik beliau tidak naik kelas akibat perbuatan nakal beliau.selain keingin ortangtua faktor utama yaitu karena beliau dipukul oleh gurunya. Selama putus  Selama putus sekolah beliau membantu orangtua untuk mengembala sapi dan mencari rumput di hutan yang jaraknya sangat jauh dari rumah, hujan, petir, panas, dingin, tidak menjadi halangan beliau mencari rumput untuk sapinya. Apabila tidak menadapatkan rumput beliau tidak diizinkan makan. Selang waktu putus sekolah, sebelum beliau mencari rumput beliau duduk diatas batas tanah sembari melihat anak seumuran beliau yang berangkat sekolah mulai pukul setengah 6 sampai setengah 7  dan dalam hatinya berkata  “andai kata saya bisa bersekolah seperti itu”. Kemudian, selama 5 tahun muncul keinginan beliau untuk sekolah kembali karena keinginan sendiri akan pentingnya melanjutakan pendidikan sampai tinggi selain itu karrerna mendapat cemoohan dari saudara sepupunya yang bernama Sunardi.” Jare cita-cita.e lulus SMP ,SD kok gak lulus?”ujar sunardi ke beliau. Cemoohan dan kesadaran diri itu membuat beliau bangkit kembali untuk melanjutkan sekolah. Kemudian beliau mendaftarkan diri ke SDN Karangan Legi, Blora, Jawa Tengah langsung naik kelas 5. Waktu duduk dibangku kelas 5-6 SD, beliau berjualan es lilin keliling di kota blora yang jaraknya sangat jauh dengan rumah.hal ini dilakukan waktu sore dan malam, kalau siang membantu orang tua seperti biasa

2.      Melanjutkan sekolah MTs Ma’arif Blora, Jawa Tengah
Jarak sekolah beliau dengan rumah sangat jauh ± 6 km, itu ditempuh beliau dengan bersepeda, tetapi hal ini tidak berlangsung lama pada saat beliau kelas 2 sepeda beliau hilang dan resikonnya kalau tidak mendapat boncengan ke sekolah, beliau berjalan kaki sdan berlangsung selama 3 bulan, kemudian beliau dipinjami sepeda temannya sampai kelas 3. Waktu sore hari beliau menjadi pedagang musiman seperti menjual beras diwaktu musim padi,menjual jagung diwaktu musim jagung dan sterusnya. Hal ini dilakukan beliau untuk mencukupi kebutuhan sekolah dan  jajan , .Berkat keuletan berdagang bisa membeli sepeda dengan jerih payahnya sendiri. Waktu liburan semester I kelas 2, beliau pernah menjadi Kuli Proyek Selama 5 hari dan tidak diberi upah akibat tidak izin dengan Orang Tua. Pada tahun 1983 beliau lulus MTs, dengan ijasah MTsN Jepon karena waktu ujian bergabung ke MTsN Jepon, Blora Jawa Tengah.
Setelah lulus SMP beliau melanjutkan ke sekolah PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) di Lasem, Rembang, Jawa Tengah selama 1 tahun. Pada saat naik ke kelas 2 beliau mengalamikegagalan. Hal ini membuat malu beliau ke adik-adiknya.kemudian beliau berinisiatif untuk pergi keluar kota  mencari sekolah yang langsung kelas 2 SMA dan SMAI Bangil Pasuruan , Jawa Timur yang menerima beliau langsung duduk di kelas 2 SMA
3.      Melanjutkan sekolah SMA kelas 2  yang jauh dengan keluarga
Disaat beliau sekolah di SMAI Bangil Pasuruan jurusan Ipa, beliau di Bangil tidak mempunyai sanak keluarga. Selama disana beliau tinggal di Musollah Kauman Bangil yang sampai sekarang masih ada.Kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan cara bekerja membantu orang jualan es di pondok Salavia, kauman, Bangil yang bernaama Bapak Ambari dan Ibu Khusna yang merupakan orang Madura di Singopolo,kauman, Bangil. Pada tahun 1986 beliau lulus SMA dengan ijazah SMAN 1 Bangil, Pasuruan, Jawa Timur karena SMAI Bangil bergabung SMAN 1 Bangil
Setelah Lulus  SMA beliau merencanakan untukpulang tetapi tidak boleh Orangtua dan akhirnya ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri tetapi gagal dan akhirnya melanjutkan ke Perguruan Tinggi swasta yaitu STKIP PGRI Pasuruan, Jawa Timur jurusan PMP-KN (Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan).  
4.      Melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi Swasta Pasuruan
Jarak antara Bangil dengan STKIP PGRI Pasurauan ± 15 km dan membutuhkan biaya transportasi. Selama kuliah biaya kuliah ditanggung Orangtua sedangkan biaya yang lain seperti transportasi, makan, buku itu biaya sendiri, untuk memenuhi kebutuhan tersebut beliau melakukan usaha jualan kacang, krupuk dll ke warung-warung dan berlangsung selama 4 bulan berjalan lancar. Kemudian pada semester 3 beliau mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan beliau memutuskan untuk membeli becak dengan uang kuliah sebesar Rp.50.000 untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap pagi mulai jam setengah 5 pagi sampai jam 7 pagi beliau mengayun becaknya dan mendapatkan uang sekitar Rp.1000-1500. Setelah jam 7  beliau membantu orang madura jualan es di pondok salavia, bangil dengan upah makan ,pekerjaan tersebut dilakukan beliau sampai lulus kuliah tahun 1991 dg ijazah STKIP PGRI Pasuruan jurusan PMP-KN.
Setelah lulus kuliah beliau berencana pulang ke blora tetapi dilarang orangtua karena khawatir beliau menjadi pengangguran, “boleh pulang ke blora asal sudah dapat pekerjaan menjadi guru di blora” ujar orangtua beliau.Karena kesempatan pulang ke blora hanya beberapa hari, mencari pekerjaan di blora tidak mendapatkan hasil dan kemudian kembali ke Bangil.
5.      Bekerja menjadi seorang guru dan membina sebuah keluaraga di Bangil
Di bangil beliau suadah mendapatkan pekerjaan sebgai guru ngaji di Madrasah Al-Kaustar Bangil dan menjadi guru tidak tetap di sekolah swasta yaitu SMP PGRI, Beji. Beliau mengajar sejarah dan Pkn. Di Bangil beliau tidak mempunyai rumah yang tetap dan akhirnya memutuskan untuk berumah tangga di Bangil dengan mempersunting gadis cantik dari desa Kalirejo,Bangil  yang bernama Isnani dengan modal orangtua. Dalam pernikahan selama 1 tahun untuk biaya hidup dengan berjualan dan pekerjaan lama beliau yaitu mengayun becak ditinggalkan, pada tahun 1992  becaknya dijual seharga Rp 70.000  untuk modal pertama jualan bensin, rokok, sabun, pepsodent dsb. Dalam waktu pernikahan 2 tahun beliau bisa membangun rumah sendiri dengan tanah pemberian mertua beliau. Beliau menjadi guru mulai tahun 1990-1998 di SMP PGRI Beji dengan honor Rp 2000 × 12 jam. Pada tahun 1996-2000 beliau menjadi GTT (Guru Tidak Tetap) di SMPN 2 Bangil. Beliau mengajar sejarah dengan honor Rp 25.000 per bulan dan pada saat honor beliau tidak cukup untuk memenuhi kebutuahn keluaraga, beliau hampir keluara dari praofesi guru dan menjadi buruh parik. Hal ini tidak terjadi karena ada teman mengajar beliau yang mengingatkan beliau “be.e ta onok wolak-walek jaman GTT isok diangkat dadi PNS” ujar teman beliau . ternyata ucapan itu menjadi kenyataan terbukti adanya PP 48  tahun 2005tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS . Pada saat beliau bekerja di SMPN 2 Bangil tahun 2000-2005 mendapat honor Rp 100.000, tahun 2005-2006 mendapat honor Rp 300.000, tahun 2005-2007 status bekerja beliau menjadi pegawai honorer daerah, tahun 2006-2007 mendapat honor Rp 600.000, tahun 2007-2008 mendaat honor Rp 750.000, tahun 2006 beliau ujian CPNS, pada tahun 2007 beliau diangkat sebagai CPNS dan merima gaji pertama CPNS  tahun2008 dengan gaji Rp 1.400.000 per bulan , tahun 2009 diangkat menjadi PNS golongann 3A dengan gaji Rp 2.400.000, tahun 2009  status PNS masih golongan 3A mendapat gaji Rp 2.400.000, tahun 2010 mendapat gaji Rp 2.800.000, tahun 2011-2012  status PNS  beliau naik menjadi golongan 3b dengan Rp 3.000.000 dan mendapat tambahan tunjangan sertifikasi sebesar 3.250.000. dan dengan gaji sebesar itu sekarang beliau bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bisa menyekolahkahkan anak beliau sampai perguruan tinggi.


________________________________________________________________

Hasil  wawancara tgl 9- 10 november 2012 jam  13.00-16.00 di Rumah Bapak Sujak Jl.Bader No. 413 Kalirejo Bangil, Pasuruan JawaTimur

Saya                  : Bagaimana kehidupan bapak mulai SD sampai sekarang
Bapak Sujak      : Saya lulus SD tahun1980 Sebelum lulus SD beliau pernah drop out  selama 3 tahun waktu duduk dibangku kelas 5 SD
Saya                  : mengapa bapak berhenti sekolah
Bapak sujak       : saya berhenti sekolah  karena dipukul guru akibat membantah perintah guru, menurut saya guru itu sangat tidak adik dengan anak laki-laki. Dan waktu itu saat kerja bakti saya dan teman-teman laki-laki disuruh membajak sawah di ladang sedangkan teman-teman saya yang perempuan disuruh menyanyi dan guru saya hanya duduk dikursi sambil mendengarkan nyanyian itu. Saya dan teman-teman laki memberontak dan suara yang paling keras sendiri sdiantara teman-teman adalah saya, kemudian saya dipukul dengan kayu yang akan dibuat penggaris. Saya pulang dengan menangis dan tidak adanya pihak sekolah yang meluruskannya. Akhirnya saya dilarang orangtua saya  sekolah karena takut adik-adiknya tidak naik kelas akibtidak mendapatkan rumput saya tat perilaku saya
Saya                  : kemudian apa yang dilakukan bapak saat putus sekolah waktu Sd kelas 5
Bapak sujak       : selama putus sekolah saya membantu orangtua mengembala sapi dan mencari rumput di hutan dan ladang yang jaraknya sangat jauh dengan rumah. Apabila saya  tidak mendpatkan rumput saya tidak diizinkan makan. Akhirnya saya dengan sekuat tenaga mencari rumput meskipun hujan, petir, panas tetap saya jalani untuk mendpatkan makan di rumah
Saya                  “apakah bapak pernah meras iri dengan teman-teman bapak yang seumuran bapak bisa bersekolah sedangkan bapak tidak bisa?”

Bapak Sujak      : “rasa iri itu pernah saya alami. Waktu itu saya berangkat mencaari rumput dan sebulum mencari rumput saya duduk di pembatas tanah orang sambil meliahat anak-anak yang berangkat sekolah mulai jam 6 sampai setengah 7  pagi”
Saya                  : “apakah bapak pernah dicemo.oh teman atau saudara bapak karena bapak tidak sekolah?”
Bapak Sujak      : “pernah saya pernah dicemooh saudara sepupu saya yang bernama sunardi dia berkata”jare cita-citae lulus SMP.. SD kok gak lulus?” hal itu membuat saya bangkit ingin sekolah kembali”
Saya                  : “bagaimana cara bapak supaya disekolahkan kembali oleh Orangtua bapak?”
Bapak Sujak        : “saya merayu orangtua saya khususnya ke ibu saya untuk mengizinkan sekolah kembali. Akhirnya saya sekolah kembali duduk di kelas 5 tetapi bukan di sekolah yang pertama menlaikan di sekolah SDN Karanglegi Blora, Jawa Tengah”
Saya                     : setelah bapak melanjutkan sekolah apa kegiatan bapak selain sekolah dan membantu orangtua mencari rumput?
Bapak Sujak        : saat duduk kelas 5-6 SD, saya kalau sore dan malam hari berjualan es lilin keliling ke kota Blora yang jaraknya 6 km dari rumah saya
Saya                     : setelah lulus SD tahun 1990 apa yang dilakukan bapak?
Bapak Sujak        : setelah lulus SD saya melanjutkan sekolah di MTs Ma’arif Jepon, Blora, Jawa Tengah
Saya                     : apakah masih ada kendala di waktu SMP?
Bapak Sujak        : masih ada, saya pernah kehilangan sepeda waktu kealas 2 SMP dan resikonya kalau tidak mendapat boncengan kesekolah saya berjalan kaki sekitar 6 km dari rumah hal ini berlangung selama 3 bulan dan selebihnya saya dipinjami sepeda teman saya sampai kelas 3. Pada waktu kelas 3 saya membeli sepeda dengan kerja keras berdagang saya.
Saya                     : apakah bapak masih menekuni kegiatan berdagang es lilin bapak waktu smp, kok bapak bisa beli sepeda dengan hasil kerja keras berdagang?
Bapak Sujak        : tidak saya sudah tidak berjualan es keliling lagi waktu SMP  tapi saya berjualan musiman, kalau musim padi, saya jualan beras, kalu musim jagung, saya jualan jagung dan begitu seterusnya sampai kelas 3 saya menjali kerja tersebut
Saya                     : bapak lulus Smp tahun berapa dan setelah itu melanjutkan kemana?
Bapak Sujak        : saya lulus SMP tahun 1983 dengan ijazah MTsN Jepon, Blora, karena saya waktu ujian bergabung dengan MTsN Jepon Blora dan ssetelah saya lulus saya melanjutkan ke PGAN (pendidikan agama negeri ) di lasem selama 1 tahun.
Saya                     : mengapa bapak hanya satu tahun di sekolah itu ?
Bapak sujak         : karena waktu naik kelas 2 saya mengalami kegagalan dan saya sangat malu ke adika-adik saya dan saya memutuskan untuk ke luar kota mencari sekolah yang langsung naik kelas 2. Kemudian SMAI Bangil Pasuruan lah yang menerima saya langsung duduk di sma kelas 2 dan masuk jurusan IPA
Saya                     : apakah bapak di Bangil mempunyai sanak saudara ?
Bapak Sujak        : tidak, saya tidak mempunyai keluarga di bangil
Saya                     : terus  bagaimana kelangsungan hidup bapak selama disana?
Bapak Sujak        : saya di Bangil tinggal di Musolla Kauman, Bangil dan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya membantu orang jaualan es d Pondok Salavia Kauman, Bangil yang bernama Bapak Ambari yang merupakan orang madura dan upahnya yaitu makan. Setelah lulus SMA tahun 1986 dengan ijazah SMAN 1 Bangil, karena sekolah SMA saya begabung dengan SMA tersebut
Saya                     : setelah lulus SMA apa kelanjutan bapak, apakah tidak ada niat untuk pulang ke daerah asal bapak?
Bapak Sujak        : sebenarnya saya mempunyai niat untuk pulang ke blora tapi tidak boleh orangtua dan akhirnya saya mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri tapi gagal , kemudian saya mendaftar di  Perguruan Tinggi swasta yait STKIP PGRI Pasuruan jurusan PMP-KN(Pendidikan Moral Pancasila & Kewarganegaraan) dan jaraknya ± 15 km.
Saya                     : bagaimana dengan biaya kuliah bapak dan kelangsungan hidup bapak selama kuliah?
Bapak Sujak        : biaya kuliah di tanggung orang tua tetapi kebutuahn makan, buku dll itu saya sendiri dengan cara usaha jualan kacang, krupuk dll di warung-warung dan alhamdulliah usaha ini berjalan lancar selama 4 bulan
Saya                     : apakah bapak ditengah-tengah kuliah tidak mengalami kesulitan dalam hidup?
Bapak Sujak        : pernah saya mengalami kesulitan waktu saya semester 3. Kemudian saya memutuskan untuk memakai uang kuliah sebesar Rp. 50.000 untuk membeli becak dan setiap pagi saya mulai jam setengah 5 pagi samapai jam 7 pagi  saya mengayun becak saya dan hal ini saya lakukan sampai lulus kuliah tahun 1991
Saya                     : berapa penghasilan bapak waktu becak?
Bapak Sujak        :sekitar Rp 1000- 1500 dan setiap ayunan seharga Rp 200
 Saya                    : setelah lulus kuliah apakah orangtua bapak memperbolehkan untuk pulang ke kota asal?
Bapak Sujak        : tidak saya tidak diperbolekan pulang asalkan saya mendapatkan pekerjaan sebagai guru di Blora. Karena kesempatan pulang sangatlah sedikit saya di sana tidak mendapatkan pekerjaan dan akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Bangil, karena di Bangil saya suadah mengajar ngaji di Madrasah Al-Kaustar Kauman, Bangil serta menjadi guru tidak tetap di SMP PGRI Beji, Pasuruan
Saya                     : Bapak di SMP PGRI mengajar apa?
Bapak Sujak        : saya di SMP PGRI BEJI mengajar Sejarah dan PKN
Saya                     : apa alasan Bapak bekerja menjadi seorang guru kenapa tidak profesi lain?
Bapak Sujaka      : pertama karena keterpaksaan memilih perguruan tinggi guru biayanya tidak mahal, kedua karena saya memiliki ijasah Guru dan saya harus menggunakan ijazah itu dengan sebaik-baiknya. Kemudian ingin membalas perilaku guru yang memukul saya agar saya tidak menjadi guru yang seperti itu
Saya                     : setelah bapak menjadi seorang guru apakah bapak sujak tidak merencanakan untuk membina sebuah keluarga?
Bapak Sujak        ; iya, karena saya tidak mempunyai tempat tinggal tetap di Bangil saya mempersunting gadis cantik dari desa kalirejo yang bernama Isnani dan dalam perkawinan 1 tahun saya meninggalkan pekerjaan lam saya sebagi tukang becak dan becaknya saya jual seharga Rp 70.000untuk modal pertama  jualan seperti bensin, rokok, sabun, pepsodent, dll.
Saya                     :Bagaimana dengan profesi bapak menjadi guru apakah ada peningkatan dari tahun ke tahun
Bapak Sujak        : Alhamdulillah ada meskipun peningkatan itu sangat lambat
Saya                     Bagaiamana dengan honor atau gaji bapak selama bekerja sebagai guru?
Bapak Sujak        : honor pertama sangat memprihatinkan Cuma Rp 2000 × 12 jam itu di SMP PGRI Beji dan di SMP 2 Bangil tahun 1996-2000 mendapat honor 25 ribu perbulan, tahun 2000-2005 mendapat honor Rp. 100.000, tahun 2005-2006 mendapat honor Rp 300.000 . tahun 2005-2007 status pegawai honorer daerah, tahun 2006-2007 mendapat honor Rp 600.000, tahun 2007-2008 mendapat honor  Rp 750.000, tahun 2006 saya ujian CPNS,tahun 2007, pada tahun 2007 saya diangkat sebagai CPNS dan merima gaji pertama CPNS  tahun2008 dengan gaji Rp 1.400.000 per bulan , tahun 2009 diangkat menjadi PNS golongann 3A dengan gaji Rp 2.400.000, tahun 2009  status PNS masih golongan 3A mendapat gaji Rp 2.400.000, tahun 2010 mendapat gaji Rp 2.800.000, tahun 2011-2012  status PNS  beliau naik menjadi golongan 3b dengan Rp 3.000.000 dan mendapat tambahan tunjangan sertifikasi sebesar 3.250.000
Saya                     : bapak mengajar pelajaran apa saja selam jadi guru di smp
Bapak Sujak        : saya mengajar Sejarah dan PKN di Smp PGRI Beji dan SMPN 2 Bangil
Saya                     : bagaimana pengalaman bapak saat mengajar sejarah dan pkn?
Bapak Sujak        : sebenarnya saya lebih asik mengajar sejarah karena yang diampuh sertifikasi Pkn maka saya perlu belajar kembali serta perlu referensibuku Pkn yang lebih banyak agar mendapatkan sistem pembelajaran yang baik

No comments:

Post a Comment